Sering Merasa “Sendiri” Ternyata Tidak Baik Untuk Kesehatan

Siapapun pasti tidak ingin merasakan kesepian. Tetapi masih banyak orang yang seringkali merasa “sendiri” atau kesepian, sekalipun dalam keadaan ramai. Bagaimana pun tidak semua orang di sekitar Anda mengetahui perasaan Anda saat itu juga. Oleh karena itu, hanya diri Anda sendiri yang mampu menyadari gangguan pikiran dan mental ini, terlebih jika sudah merasakannya dalam waktu lama.

Jangan biarkan diri Anda berlarut-larut dalam kesepian. Menurut beberapa penelitian, merasa kesepian terbukti dapat menurunkan sistem imunitas tubuh. Sehingga seseorang yang kesepian akan lebih mudah terkena penyakit. Bahkan ada yang menyatakan, rasa kesepian dapat memicu perubahan sel dalam tubuh. Kemampuan tubuh untuk melawan penyakit menjadi berkurang. Karena itu, jangan anggap remeh kesepian yang seseorang alami.

Apa Itu Kesepian?

Kata kesepian seringkali menyiratkan perasaan sunyi atau kesedihan akibat keadaan sendirian. Orang yang kesepian biasanya menginginkan kehadiran seseorang yang dengan tulus ada untuknya. Namun pada dasarnya, kesepian dan sendirian merupakan dua hal yang berbeda. Orang yang sendirian belum tentu merasa kesepian. Seseorang bisa sendirian dalam waktu yang lama dan tetap menikmati kegiatannya, walaupun tidak semua orang bisa tahan saat sendirian.

Kesepian atau merasa “sendiri” dapat membuat pikiran dan perasaan menjadi negatif. Rasa kesepian juga membuat diri jadi merasa tidak diperhatikan atau dilihat keberadaannya oleh orang lain, meskipun dalam keadaan ramai. Menurut John Cacioppo dan William Patrick, kesepian bisa ditemui pada orang-orang yang terlihat normal. Bahkan seseorang yang berpenampilan menarik, dikenali banyak orang, pintar, dan mudah bergaul bisa saja merasakan kesepian.

Apa Penyebab Kesepian?

Berbagai macam situasi, kondisi, dan masalah dapat mempengaruhi orang-orang. Ada yang merasa dikucilkan akibat penampilan, ras, agama, suku, dan budayanya. Bisa juga rasa kehilangan akibat ditinggalkan orang yang dicintainya, seperti orang tua atau teman hidup. Dan usia tua juga dapat menimbulkan kesepian, karena teman-teman, kerabat, bahkan keluarga yang semakin berkurang.

Kesepian juga bisa terjadi karena beberapa hal, misalnya kebiasaan suka membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain sehingga memiliki rasa kurang percaya diri, sifat manja dan egois, kurang peduli dengan sesama, dan persepsi atau opini yang jauh dari jalan iman.

Dampak Buruk Merasa “Sendiri” Bagi Kesehatan

Dampak yang paling terasa ketika merasa kesepian adalah perasaan murung, selalu merasa gagal, tertekan, bahkan kemungkinan mengalami depresi. Karena ketika merasa sepi, hormon kortisol pada otak meningkat sehingga memicu perasaan tegang dan sanggup menimbulkan depresi. Merasa kesepian dapat memperburuk kondisi emosi seseorang sehingga memicu stress. Tidak seperti stress pada umumnya, stress yang disebabkan karena kesepian biasanya bertahan lama dan dapat menurunkan kesehatan fisik.

Dampak lain dari merasa “sendiri” adalah menurunnya kemampuan untuk mengendalikan pikiran dan emosi, sehingga dapat memicu perubahan perilaku. Umumnya, orang yang merasa kesepian sangat sulit mempertahankan pola hidup yang sehat. Kebanyakan dari mereka sering menggunakan substansi adiktif, menurunnya rutinitas aktivitas fisik, dan mengalami gangguan pada jam tidur. Kesepian juga dapat meningkatkan resiko kematian.
Sebuah riset pada tahun 2012 menunjukkan bahwa orang dewasa yang hidup sendiri dan sering merasa kesepian memiliki resiko kematian akibat penyakit jantung sebanyak 24 persen. Penumpukan hormon stress di dalam tubuh juga turut menaikkan penumpukkan endapan kolesterol pada organ hati.

Bagaimana Menyiasati Kesepian?
Apabila sering merasa kesepian, segeralah berupaya mengatasi hal tersebut. Memang tidak mudah, namun rasa sepi yang ada harus segera diobati guna menghindari dampaknya bagi kesehatan. Beberapa cara yang dapat dilakukan, yaitu:
1. Sadari perasaan Anda! Kesepian seringkali dianggap remeh dan seseorang yang merasakannya cenderung menyembunyikan perasaan itu. Pahami alasan di balik rasa sepi yang dialami.
2. Pahami fisik dan mental Anda! Beberapa orang dapat terdorong mengatasi perasaan kesepian apabila memahami dampak negatif dari perasaan tersebut bagi kesehatan fisik dan mentalnya. Selain itu, jangan memaksakan diri untuk selalu melakukan hal dengan sendirinya. Terkadang Anda harus melakukan refleksi dan evaluasi terhadap diri sendiri.
3. Berbuatlah hal positif! Lakukanlah hobi atau hal-hal yang disukai bila sudah merasa kesepian, seperti menonton film, mendengar lagu, atau bermain dengan binatang. Jika sudah merasa bosan, coba untuk bersosialisasi dengan orang lain.
Melawan perasaan “sendirian” membutuhkan tekad yang kuat. Jika ingin berteman akrab, cobalah memulai percakapan dengan orang-orang yang dirasa cocok. Berinisiatiflah memulai interaksi. Dengan berupaya mengatasi kesepian dapat terhindar dari dampak buruknya bagi kesehatan.

Dibuat oleh:
Tiara Shafina Adzra

Daftar Pustaka:
Maharani, Dian. “Kesepian Membuat Tubuh Rentan Sakit”. https://nationalgeographic.co.id (diakses 23 Februari 2018)
Deherba. “Waspadai Bahaya Kesepian Bagi Kesehatan!”. https://www.deherba.com (diakses 23 Februari 2018)
Quamila, Ajeng. “6 Cara Hilangkan Kesepian Saat Depresi Melanda”. https://hellosehat.com/hidup-sehat (diakses 26 Februari 2018)
Anonim. “7 Penyebab Rasa Kesepian – Alasan Merasa Sendiri Secara Tiba-Tiba”. https://lasealwin.com/2017/07/04 (diakses 26 Februari 2018)
Guesehat. “Bahaya Kesehatan Akibat Kesepian”. https://www.guesehat.com (diakses 26 Februari 2018)

Admin

Post A Reply

000webhost logo